Nama Miduana berasal dari kata “midua” yang berarti terbagi dua atau mendua.
Nama ini diambil karena wilayah kampung adat ini berada di antara dua aliran sungai, yaitu Cipandak Hilir dan Cipandak Girang, yang kemudian bertemu menjadi Sungai Cipandak.
Kampung Adat Miduana merupakan sebuah destinasi wisata budaya yang terletak di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kampung adat ini menawarkan pesona alam pegunungan yang asri sekaligus kekayaan budaya Sunda yang masih terjaga hingga saat ini.
Sejarah mencatat bahwa Kampung Adat Miduana didirikan oleh dua tokoh kembar keturunan Kerajaan Pajajaran, yaitu Eyang Jagat Nata dan Eyang Jagat Niti. Hingga kini, keturunan mereka masih menetap dan menjaga tradisi leluhur secara turun-temurun.
Masyarakat Miduana sangat menjunjung tinggi adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara berpakaian hingga aktivitas sosial masyarakatnya. Berbagai tradisi seperti Dombonan, Wali Salapan, Lanjaran, Tatali Paranti, Mandi Kahuripan, Opat Kalima Pancer, dan tradisi adat lainnya terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.
Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Miduana tetap mempertahankan identitas budaya mereka. Hal inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk datang dan mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat adat yang masih memegang teguh nilai-nilai leluhur. Salah satu keunikan yang paling menarik perhatian adalah usia panjang penduduknya. Banyak warga Kampung Adat Miduana yang berusia lebih dari 100 tahun namun tetap sehat, aktif, bahkan masih mampu bekerja di sawah dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Fenomena ini bahkan pernah menarik perhatian tim riset dari berbagai universitas di Indonesia. Dari hasil pengamatan, masyarakat Miduana hidup sehat karena memanfaatkan sumber daya alam sekitar sebagai bahan makanan alami dan menjalani pola hidup tradisional yang selaras dengan alam.
Kampung ini terdiri dari 21 rumah adat yang dihuni oleh 21 keluarga. Seluruh rumah dibangun dalam bentuk rumah panggung berdinding bilik bambu dengan bentuk yang hampir seragam.
Keunikan lainnya, seluruh pintu rumah di Kampung Adat Miduana wajib menghadap ke arah selatan. Aturan ini merupakan amanat leluhur yang masih dijaga hingga sekarang. Jika ada pembangunan rumah yang tidak sesuai, masyarakat akan saling mengingatkan agar tetap mengikuti adat yang berlaku.
Kampung Adat Miduana merupakan destinasi wisata budaya di Cianjur Selatan yang menyimpan kekayaan tradisi Sunda, sejarah leluhur, serta keindahan alam pegunungan yang masih asri. Nama Miduana berasal dari kata midua yang berarti “terbagi dua”, merujuk pada pertemuan dua aliran Sungai Cipandak yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat adat setempat. Berdiri sejak ratusan tahun lalu sebagai warisan keturunan Kerajaan Pajajaran, Kampung Adat Miduana hingga kini tetap menjaga adat istiadat, pola hidup tradisional, arsitektur rumah panggung khas Sunda, hingga berbagai kesenian dan ritual budaya yang diwariskan lintas generasi. Dengan suasana alam yang tenang, masyarakat yang ramah, serta budaya yang masih hidup dan autentik, Miduana menjadi simbol harmoni antara manusia, tradisi, dan alam yang terus lestari di tengah perkembangan zaman.
Spirit of Balegede Heritage.